!-- DahsyAd - ad code starts -->

Sabtu, 26 November 2011

Teori Produksi ( 8 )

Teori Produksi (8)


Struktur Pasar
Pasar output adalah pertemuan antara permintaan output dan penawaran output.Pada sisi permintaan,pasar output mempunyai ciri-ciri yang sama, yaitu bahwa permintaan pasar adalah penjumlahan dari permintaan konsumen yang jumlahnya banyak sekali.Namun pada sisi penawarannya, jumlah penjual bervariasi dari jumlah yang sangat banyak sampai jumlah yang sedikit,bahkan hanya satu penjual.Berdasarkan jumlah penjual yang ada,struktur pasar output dibedakan menjadi empat, yaitu :

1.     Pasar Persaingan Sempurna (perfect competitive market) : pasar dengan jumlah penjual sangat banyak.
2.     Pasar Monopoli : pasar dengan hanya satu penjual.
3.     Pasar Oligopoli : pasar dengan jumlah penjual sedikit.
4.     Pasar Persaingan Monopolistik : pasar dengan banyak penjual tetapi produk produknya heterogen, sehingga masing-masing penjual dapat mempengaruhi harga.
Ketiga pasar terakhir termasuk dalam pasar persaingan tidak sempurna  (imperfect competitive market).

A.Pasar Persaingan Sempurna
Persaingan sempurna merupakan struktur pasar yang paling ideal, karena struktur pasar ini akan dapat menjamin berlangsungnya aktivitas produksi dengan tingkat efisiensi yang tinggi.Oleh karena itu dalam analisis ekonomi sering digunakan asumsi bahwa perekonomian merupakan pasar persaingan sempurna.Tetapi dalam praktek tidak mudah untuk menentukan suatu industri dapat digolongkan ke dalam pasar persaingan sempurna yang sesungguhnya (sesuai teori).Umumnya, yang ada adalah yang mendekati ciri-ciri struktur pasar tersebut.Namun,sebagai landasan teori untuk analisis ekonomi, mempelajari ciri-ciri pasar persaingan sempurna adalah sangat penting.
Asumsi-Asumsi

Model persaingan sempurna didasari oleh asumsi-asumsi sebagai berikut:
1. Terdapat sangat banyak penjual dan pembeli. Oleh karena terdapat sangat banyak produsen atau perusahaan, maka setiap produsen atau perusahaan hanya memasok produk sebagian kecil saja dari total produk yang ditawarkan di pasar.Pembeli juga sangat banyak sehingga secara individual mereka tidak mempunyai kekuatan monopsoni untuk mempengaruhi mekanisme di dalam pasar.
2. Produk yang dihasilkan oleh para produsen adalah homogen. Pasar diartikan sebagai gabungan dari produsen yang memproduksi produk yang homogeny atau identik. Ini berarti bahwa antara produk dari produsen yang satu dengan produk dari produsen yang lain bersifat substitusi sempurna.Oleh karena itu,para pembeli tidak dapat membedakan produk- produk dari produsen yang berbeda.
3. Setiap produsen adalah pengambil harga ( price taker).Implikasi dari kedua asumsi di atas adalah bahwa produsen secara individual tidak dapat mempengaruhi harga pasar yang berlaku dengan mengubah jumlah produk yang ditawarkan. Dengan demikian setiap produsen hanya menerima harga pasar.Produsen dapat menawarkan produk berapapun jumlahnya dengan harga pasartersebut.
4. Perusahaan-perusahaan bebas masuk dan keluar pasar ( free entry and exit of firms).Tidak ada hambatan bagi setiap perusahaan untuk masuk ke pasar atau keluar dari pasar.
5. Maksimisasi profit/keuntungan.Tujuan dari semua perusahaan adalah memaksimumkan keuntungan. Tidak ada tujuan lain.
6. Tidak ada regulasi dari pemerintah. Tidak ada intervensi pemerintah di dalam pasar ( seperti tarif, subsidi, pembatasan produksi, dan sebagainya). Struktur pasar di mana telah dipenuhi asumsi-asumsi di atas disebut pasar persaingan murni (pure competition). Untuk pasar persaingan sempurna (perfect competition)memerlukan asumsi-asumsi tambahan sebagai berikut.
7. Mobilitas faktor-faktor produksi sempurna. Faktor-faktor produksi bebas berpindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain melalui mekanisme ekonomi.Dengan kata lain, terjadi persaingan sempurna di dalam pasar input.
8. Pengetahuan sempurna ( perfect knowledge).Semua penjual dan pembeli diasumsikan mempunyai pengetahuan yang lengkap tentang kondisi pasar, baik kondisi sekarang maupun yang akan datang. Dengan demikian kondisi ketidakpastian di masa mendatang dapat diantisipasi.Informasi pasar dapat diperoleh dengan mudah dan tanpa biaya.Berdasarkan asumsi-asumsi di atas kita akan menganalisis ekuilibrium atau keseimbangan produsen/ perusahaan dan pasar/industri di dalam jangka pendek dan jangka panjang.Ekuilibrium produsen dicapai pada saat perusahaannya mencapai keuntungan maksimum. Ekuilibrium pasar atau industri dicapai apabila (a) semua perusahaan dalam posisi ekuilibrium, dan (b) jumlah produk semua perusahaan tersebut sama dengan jumlah permintaan semua konsumen.

Ekuilibrium Jangka Pendek
Analisis jangka pendek (shrot run), yaitu di mana dianggap bahwa setiap produsen tidak bisa menambah kapasitas pabriknya dan tidak mungkin bagi produsen-produsen baru masuk ke dalam pasar.Sedangkan analisis jangka panjang(long run) adalah di mana dimungkinkan adanya baik perluasan kapasitas pabrik oleh perusahaan-perusahaan yang telah ada maupun pembangunan pabrik-pabrik baru oleh pengusaha-pengusaha baru yang masuk ke pasar.

Ekuilibrium Perusahaan Jangka Pendek
Suatu perusahaan dalam kondisi ekuilibrium ketika ia mencapai keuntungan ( π ) maksimum. Keuntungan ( π ) didefinisikan sebagai perbedaan antara total cost (TC) dan total revenue (TR), sehingga dapat ditulis : π = TR – TC. Seperti telah dibahas pada Bab VI, bahwa ekuilibrium perusahaan secara grafis dapat ditunjukkan melalui dua pendekatan, yaitu (1) menggunakan kurve TR dan TC ( lihat Gb. 1),dan (2) menggunakan kurve MR dan MC (lihat Gb. 2) Di dalam Gb. 2 ditunjukkan posisi ekuilibrium perusahaan dengan menggunakan kurve TR dan TC dalam pasar persaingan sempurna. Kurve TR adalah suatu garis lurus melalui origin, menunjukkan bahwa harga output adalah konstan pada semua tingkat output.Produsen adalah price taker dan dapat menjual setiap outputnya pada harga pasar yang berlaku dengan TR naik proporsional dengan volume penjualannya. Slope kurve TR adalah marginal revenue (MR). MR ini konstan dan sama dengan harga pasar, karena semua unit output dijual pada harga yang sama.


Dengan demikian, MR = AR = Pq. Perusahaan mencapai keuntungan maksimum pada penjualan output Qe, di mana jarak vertikal antara kurvr TR dan kurve TC paling lebar.Pada penjualan output di bawahnya atau di atasnya, total keuntungan tidak maksimum. Pada penjualan di bawah QA ( disebelah kiri titik A) dan di atas QB (disebelah kanan titik B) perusahaan menderita kerugian.Di dalam Gb. 2. ditunjukkan kurve-kurve marginal cost (MC), average cost (AC) dan kurve permintaannya (D ).


Dalam persaingan sempurna kurve permintaan adalah juga kurve AR dan kurve MR.Kurve MC memotong kurve ATC pada titik minimumnya. Perusahaan mencapai keuntungan maksimum pada tingkat penjualan output di mana MR = MC, yaitu pada titik e, di mana kurve MC memotong kurve MR. Di sebelah kiri titik e, belum mencapai keuntungan maksimum, karena setiap penjualan unit output di sebelah kiri Qe masih memberikan keuntungan yang lebih tinggi dari marginal costnya. Di
sebelah kanan Qe, biaya setiap tambahan unit output lebih tinggi dari penerimaan (revenue) yang diperoleh dari penjualannya, sehingga total keuntungan berkurang dan dapat menderita kerugian. Dari bahasan ini dapat ditarik kesimpulan :

1. Jika MC < MR total keuntungan belum maksimum, perusahaan harus meningkatkan outputnya.
2. Jika MC > MR tingkat keuntungan menjadi menurun, perusahaan harus menghentikan produksinya.
3. Jika MC = MR tingkat keuntungan jangka pendek adalah maksimum.

Jadi syarat pertama untuk ekuilibrium perusahaan dalam jangka pendek adalah MR = MC. Namun, syarat ini belum cukup, karena pada kondisi di mana MR = MC belum tentu perusahaan dalam kondisi ekuilidrium.Dalam Gb.2. pada titik e’, di mana syarat MR = MC juga terpenuhi, tetapi perusahaan tidak dalam kondisi ekuilibrium, karena keuntungan maksimum pada tingkat output Qe > Qe’. Oleh karena itu, kondisi ekuilibrium membutuhkan syarat kedua yaitu bahwa pada saat berpotongan dengan kurve MR, MC menaik. Jadi, kurve MC memotong kurve MR harus dari bawah. Pada titik e, slope MC positif, sedangkan slope MR = 0, berarti slope MC > slope MR. Dengan demikian, syarat ekuilibrium perusahaan dalam jangka pendek adalah : (1) MC = MR dan (2) slope MC > slope MR.Dalam kenyataan, suatu perusahaan dalam kondisi ekuilibrium tidak berarti harus menerima keuntungan ( excess profit). Apakah perusahaan menerima keuntungan atau menderita kerugian tergantung pada tingkat biaya total rata-rata (ATC). Jika ATC di bawah tingkat harga ekuilibrium, perusahaan akan menerima keuntungan (excess profit) sebesar luas bidang PqABe (Gb.3). Jika ATC diatas harga ekuilibrium, perusahaan menderita kerugian sebesar FCePq (Gb. 7.4). Dalam kasus demikian, perusahaan hanya akan meneruskan produksinya jika masih mampu menutup biaya variabelnya.



menderita kerugian minimum.Titik di mana perusahaan dalam kondisi menutup biaya variabelnya disebut “closing-down point” atau dapat disebut sebagai titik di mana perusahaan menghentikan produksinya. Dalam Gb.5 “closing-down point” perusahaan ditandai oleh titik w. Jika harga turun di bawah Pw perusahaan tidak dapat menutup biaya variabelnya dan lebih baik menutup perusahaan.

Kurve Penawaran Perusahaan dan Industri
Kurve penawaran perusahaan adalah juga kurve MC yang menaik dan          terletak di atas AVC. Pada Gb.5 , kurve penawaran adalah kurve SMC mulai dari titik w ke kanan.Di bawah harga Pw output (Q) yang ditawarkan perusahaan adalah nol.Sepanjang harga naik diatas Pw, output yang ditawarkan akan naik.Kurve SMC menunjukkan volume-volume output (Q) yang dipilih oleh produsen untuk setiap tingkat harga.Sedangkan kurve penawaran juga kurve yang menunjukkan volume-volume output (Q) yang ditawarkan oleh seorang produsen pada berbagai tingkat harga.Jadi kurve SMC = kurve penawaran perusahaan.Kurve penawaran industri atau pasar adalah penjumlahan horizontal darikurve-kurve penawaran perusahaan. Sebagai contoh hanya ada dua perusahaan, A dan B di dalam pasar maka kurve penawaran pasar dapat digambarkan sebagai berikut (Gb.6).



Ekuilibrium Pasar Jangka Pendek
Ekuilibrium pasar tercapai bila volume output yang ditawarkan seluruh produsen di pasar sama dengan volume output yang dibutuhkan oleh seluruh konsumen.Kondisi ini secara grafis ditunjukkan oleh titik perpotongan antara kurve penawaran pasar dengan kurve permintaan pasar. Bagaimana pencapaian posisi ekuilibrium pasar persaingan sempurna,di mana terbentuk harga pasar dan kemudian para produsen menyesuaikan tingkat produksinya dengan harga tersebut,dapat digambarkan sebagai berikut (Gb.7).Arah pencapaian ekuilibrium pada Gb.7 tersebut dapat dijelaskan menggunakan bagan sebagai berikut:



Ekuilibrium Jangka Panjang
Dalam jangka panjang ada kemungkinan perluasan ( atau penciutan) kapasitas produksi dan masuknya perusahaan-perusahaan baru ke dalam pasar.Kedua faktor tersebut mengakibatkan adanya penambahan atau pengurangan volume output yang ditawarkan di pasar. Perusahaan-perusahaan yang telah ada akan menambah kapasitas produksi dan perusahaan-perusahaan baru akan masuk ke dalam pasar apabila perusahaan-perusahaan tersebut akan dapat memperoleh keuntungan (excess profit).Keuntungan ini dapat diperoleh apabila harga yang berlaku (jangka pendek) melebihi biaya rata-rata jangka panjang (Long Run Average Cost = LAC).Jadi jika P > LAC maka perusahaan-perusahaan yang ada akan memperluas kapasitas produksinya dan atau perusahaan-perusahaan baru akan masuk ke dalam pasar.Adanya perluasan kapasitas produksi dan pendirian pabrik-pabrik baru tersebut akan menyebabkan bertambahnya volume output yang ditawarkan di pasar dan selanjutnya menyebabkan harga turun.Hal ini secara grafis,ditandai dengan bergesernya kurve penawaran pasar ke kanan dan turunnya harga.Bila harga turun sampai tingkat di mana P = LAC,maka tidak ada lagi insentif bagi perusahaanperusahaan untuk menambah kapasitas produksi maupun perusahaan-perusahaan baru membangun pabrik-pabrik,karena pada saat ini tidak ada keuntungan lebih ( excess profit).Yang ada hanya keuntungan normal,yaitu keuntungan yang sudah termasuk dihitung dalam LAC.Jadi, keuntungan normal diperoleh pada tingkat output di mana P = LAC.Dengan demikian pada kondisi di mana P = LAC,tidak ada lagi penambahan kapasitas produksi dan pendirian pabrik baru.

Sumber :
http://dhani2009.wordpress.com/2011/04/14/produsen-dan-fungsi-produksi/
http://rinton.blogdetik.com/kurva-kemungkinan-produksi/
http://behindus.wordpress.com/category/ekonomi/page/2/
http://devieafriani.blogspot.com/2010/03/tugas-bab-4-fungsi-produksi.html
http://wiswi.wordpress.com/2011/03/05/ekonomi-mikro/
http://en.wikipedia.org/wiki/Isoquant
http://en.wikipedia.org/wiki/Isocost
http://en.wikipedia.org/wiki/Economies_of_scale
http://en.wikipedia.org/wiki/Returns_to_scale

Teori Produksi ( 7 )

Teori Produksi (7)



Biaya dan Penerimaan
Macam-macam Biaya
Biaya produksi adalah semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi guna memproduksi output.
Macam-macam biaya,yaitu :
1.     Total Fixed Cost( biaya total tetap) adalah jumlah biaya yang tetap yang tidak dipengaruhi oleh tingkat produksi.Contoh penyusutan, sewa, dsb.Biaya total (TFC) tidak tergantung pada kuantitas output (Q),sedangkan biaya variabel total bergantung pada kuantitas output.
2.     Total  Variabel Cost ( biaya variabel total ) adalah jumlah biaya-biaya yang dibayarkan yang besarnya berubah menurut tingkat yang dihasilkan.Contoh ongkos bahan mentah, tenaga kerja dan sebagainya.
3.     Total Cost ( biaya total ) adalah penjumblahan antara ongkos total tetap dengan ongkos total variabel.

TC = TFC + TVC

4.     Averege Fixed Cost ( biaya tetap rata-rata ) adalah biaya tetap yang dibebankan untuk setiap unit output.


Biaya tetap rata-rata (AFC) menurun secara kontinyu sampai mendekati garis horisontal, karena AFC = TFC/Q
1.     Averege Fixed Cost ( biaya variabel rata-rata ) adalah biaya variabel yang dibebankan untuk setiap unit output.


2.     Averege Total Cost ( biaya total rata-rata ) adalah biaya produksi yang dibebankan untuk setiap unit output.


3.     Marginal Cost ( biaya marginal ) adalah tambahan atau berkurangnya biaya total karena bertambahnya atau berkurangnya satu unit output.


          
Kurva Biaya
Biaya produksi dibedakan menjadi biaya produksi jangka pendek dan biaya produksi jangka panjang.

Biaya  Produksi Jangka Pendek
Dalam biaya produksi jangka pendek perusahaan sudah mempunyai peralatan-peralatan untuk produksi seperti mesin,gedung dan tanah. Masalah yang perlu diperhatikan adalah masalah kebijaksanaan bahan baku,tenaga kerja dan lain-lain yang merupakan biaya variabel. Jadi dalam biaya produksi jangka pendek ini terdapat biaya tetap dan biaya variabel.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dari gambar diatas sebagai berikut:
1.     AVC minimum bila garis singgung kurva TVC melalui titik origin.
2.     ATC minimum bila garis singgung TC melalui titik origin.
3.     AVC dan ATC minimum bila keduanya memotong MC.

Biaya Produksi Jangka Panjang
Dalam ongkos produksi jangka panjang,perusahaan dapat menambah semua faktor produksi,
Sehingga tidak ada ongkos tetap dalam jangka panjang.Semua pengeluaran merupakan ongkos variabel.

Kemungkinan Kapasitas Produksi

Dalam analisa ekonomi kapasitas pabrik digambarkan oleh kurve AC.Kapasitas 1 ditunjukkan oleh ACI,kapasitas 2 ditunjukkan oleh ACI2 dan kapasitas 3 oleh ACI3,dengan demikian pengusaha mempunyai 3 alternatif kapasitas produksi beserta biayanya.

Dari gambar tersebut menunjukkan bahwa:
1.     Produksi < 125 unit,kapasitas 1 merupakan kapasitas yang paling efisien,karena biaya produksinya paling minimum.
2.     Produksi antara 125 sampai 140 unit,kapasitas 2 merupakan kapasitas yang paling efisien.
3.     Produksi > 140 unit,kapasitas 3 merupakan kapasitas yang paling efisien.

Kurva Long Run Average Cost (LRAC) adalah kurva yang menunjukkan ongkos rata-rata yang paling minimum untuk berbagai tingkat produksi,apabila perusahaan selalu menambah kapasitas produksiny.LRAC Curve dibentuk dari kumpulan AC yang banyak sekali,maka bentuknya menyerupai huruf U.

Kurva Long Run Average Cost

Kurva LRAC tidak menyinggung kurve-kurve AC pada titik yang terendah.Dalam gambar tersebut hanya kurva Acx yang disinggung oleh kurva LRAC pada titik yang paling rendah yaitu titik B.Kurva-kurva AC yang ada disebelah kiri dan kanan kurva Acx tidak disinggung pada titik yang paling minimum.Dalam jangka panjang titik terendah AC tidak menggambarkan ongkos produksi yang paling minimum untuk menghasilkan satu tingkat produksi,sebab terdapat AC lain yang dapat lebih meminimumkan ongkos.Kurva AC1 dan AC2,titik A  merupakan titik terendah dari ACI,sehingga dalam jangka pendek produksi sebesar qa merupakan produksi dengan biaya yang paling minimum.

Tapi dalam jangka panjang belum merupakan biaya yang paling minimum,sebab jika kapasitas produksi yang berikutnya digunakan (AC2),produksi qa dapat diproduksi dengan biaya yang lebih rendah lagi A2 pada AC2.


Jika perusahaan ingin berproduksi 2 unit untuk jangka pendek,pengusaha memilih kapasitas pabrik pada kurva SACI dengan biaya Rp 300,-.Untuk produksi 4 unit, pengusaha akan memilih kapasitas pabrik pada kurva SACI2 dengan ongkos Rp 150,-.Pada produksi 4 unit ini,perusahaan dapat menggunakan kapasitas pada SACI,tapi biayanya lebih tinggi dan seterusnya.Kurva LRAC disebut pula dengan kurva amplop,sebab SAC selalu di dalamnya.

Kurva LRAC menyerupai bentuk huruf U disebabkan oleh sebagai berikut:
Economies Of Scale atau Increasing Returns To Scale.
Kurva LRAC bergerak kekanan semakin menurun.Ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan produksi,karena para pengusaha bisa memperbesar fasilitas produksi,sehingga terjadi penghematan ongkos produksi.Hal ini menyebabkan ongkos produksi rata-rata menjadi rendah.Faktor-faktor yang merupakan Economies Scale sebagai berikut:

1.     Spesialisasi faktor-faktor produksi.
2.     Penurunan harga bahan mentah,karena pembelian yang besar.
3.     Hasil dari produk sampingan.
4.     Perusahaan besar mendorong pengembangan fasilitas diluar perusahaan yang berguna baginya.
5.     Diseconomies Of Scale atau Decreasing Returns To Scale.

Perusahaan yang terus berkembang besar pada suatu tngkat tertentu cenderung tidak efisien,sehingga produktifitasnya menurun.Akibatnya ongkos produksi menaik.Hal ini terlihat pada kurva LRAC sisi kanan menaik.

Penerimaan (Revenue)
Penerimaan atau Revenue adalah semua penerimaan produsen dari hasil penjualan barang atau outputnya.Macam-macam revenue sebagai berikut:
1.     Total Revenue (TR) adalah penerimaan total dari hasil penjualan output.


2.    Average Revenue (AR) adalah penerimaan perunit dari penjualan output.

  
3.     Marginal Revenue (MR) adalah kenaikan atau penurunan penerimaan sebagai akibat dari penambahan atau pengurangan satu unit output.


Bentuk-bentuk kurva TR,MR dan AR tergantung dari jenis pasarnya sebagai berikut:

1.      Pasar Persaingan Sempurna
Dalam pasar ini harga ditentukan oleh pasar.


2.      Pasar Persaingan Tidak Sempurna.
Dalam pasar ini perusahaan dapat mempengaruhi harga,bahkan menentukannya


Sifat-sifat dari konsep revenue sebagai berikut:
1.     Total Revenue naik pada saat Eh dari kurva permintaan (AR) lebih dari satu yang berarti penurunan harga 1% ,berakibat kenaikan permintaan lebih dari 1%.
2.     Total Revenue maksimum pada Eh = 1.
3.     Total Revenue turun pada saat Eh < 1 yang berarti penurunan harga 1% berakibat kenaikan permintaan < 1%.

Keuntungan Maximum
1.     I. Pendekatan Total
Laba Total (p)    adalah perbedaan antara penerimaan total (TR) dan biaya total (TC). Laba terbesar terjadi pada selisih posistif terbesar antara TR dengan TC.  Pada selisih negative antar TR dengan TC perusahaan mengalami kerugian, sedang jika TR = TC perusahaan berada pada titik impas.
Dalam menentukan keuntungan maksimum ada 2 cara sebagai berikut:
a)      Keuntungan maksimum dicari dengan jalan mencari selisih antara keuntungan maksimum dengan ongkos minimum.
b)      Keuntungan maksimum terjadi pada saat MR = MC.
Hasil Penjualan Total,seluruh jumlah pendapatan yang diterima perusahaan dari menjual barangjang diproduksikannja dinamakan hasil penjualan total (TR:yaitu dari perkataan Total Revenue).Telah diterangkan bahwa dalam persaingan sempurna harga tidak akan berubah walau bagaimanapun banyaknya jumlah barang yang dijual perusahaan.Ini menyebabkan kurva penjualan total (TR) adalah berbentuk garis lurus yang bermula dari titik O.



Mencari Keuntungan Dengan Pendekatan Total
Kurva TC berada di atas kurva TR menggambarkan bahwa perusahaan mengalami kerugian. Produksi mencapai diantara 2 sampai 9 unit kurva TC berada di bawah kurva TR,perusahaan memperoleh keuntungan.Menentukan Keuntungan Maksimum dengan Kurva Biaya dan Penjualan Total.Garis tegak di antara TC dan TR,garis tegak yang terpanjang produksi adalah 7 unit,menggambarkan keuntungan yang paling maksimum.Produksi mencapai 10 unit atau lebih kurva TC telah beada di atas kurva TR kembali, perusahaan mengalami kerugian kembali.Perpotongan di antara kurva TC dan kurva TR dinamakan titik impas (break-even point) yang menggambarkan biaya total yang dikeluarkan perusahaan adalah sama dengan hasil penjualan  total yang diterimanya.Perpotongan tersebut berlaku di dua titik,yaitu titik A dan titik B

1. Pendekatan Marginal
Perusahaan memaksimumkan keuntungan pada saat penerimaan marginal (MR) sama dengan biaya marginal (MC).Biaya Marginal (MC) adalah perubahan biaya total perunit perubahan output.  Secara matematis dirumuskan:

Penerimaan Marginal (MR) adalah perubahan penerimaan total per unit output atau penjualan.Hasil Penjualan Marjinal,satu konsep (istilah) mengenai hasil penjualan yang sangat penting untuk diketahui dalam analisis penentuan harga dan produksi oleh suatu perusahaan adalah pengertian hasil penjualan marjinal (MR yang merupakan singkatan dari perkataan Marjinal’Revenue), yaitu tambahan hasil penjualanjangdiperoleh perusahaan dari menjual satu unit lagi barangyang diproduksikannya.Dalam pasar persaingan sempurna berlaku keadaan berikut harga hasil penjualan rata-rata hasil penjualan marjinal.Kurva d() = AR0 = MRn menggambarkan kesamaan tersebut pada harga Rp 3000, dan kurva d0 = AR0 = MR0 menggambarkan kesamaan tersebut pada harga Rp 6000.

Mencari Keuntungan Maksimum Dengan Pendekatan Marginal


Pendekatan Biaya Marjinal dan Hasil Penjualan Marjinal.Dalam jangka pendek terdapat empat kemungkinan dalam corak keuntungan atau kerugian perusahaan (atau keadaan keseimbangan perusahaan),yaitu; :
- Mendapat untung luar biasa (untung melebihi normal)
- Mendapat untung normal
- Mengalami kerugaian tetapi masih dapat membayar biaya berubah
- Dalam keadaan menutup atau membubarkan perusahaan.

2. Pendekatan Rata-rata
Hasil Penjualan Rata-rata,untuk suatu perusahaan dalam pasar persaingan sempurna hasil penjualan rata-rata (AR) adalah harga barang yang diproduksi perusahaan adalah Rp 3000 maka d0=AR0= MRQ adalah kurva permintaan yang dihadapi perusahaan. Dengan demikian kurva ini adalah kurva hasil penjualan rata-rata pada harga barang sebanyak Rp 3000 (dan dinyatakan sebagai AR^. Kalau harga barang yang dijual perusahaan adalah Rp 6000, kurva d} = AR} = MRj adalah kurva permintaan dan juga kurva hasil penjualan rata-rata pada harga Rp 6000.
Dalam mencari keuntungan maksimum dengan pendekatan rata-rata,yaitu menggabungkan antara pasar persaingan sempurna dengan persaingan pasar tidak sempurna:


Dari tabel diatas menunjukkan bahwa keuntungan maksimum adalah pada Q = 4 satuan.


Berdasarkan Gambar tersebut,keuntungan maksimum dicapai pada kurva TR dan TC yang jarak vertikalnya paling lebar.
Jika dengan menggunakan MR = MC,keuntungan maksimum dicapai pada saat MR berpotongan dengan MC.
Dalam mencari keuntungan maksimum di Pasar Persaingan Sempurna sebagai berikut:


Sumber :
http://dhani2009.wordpress.com/2011/04/14/produsen-dan-fungsi-produksi/
http://rinton.blogdetik.com/kurva-kemungkinan-produksi/
http://behindus.wordpress.com/category/ekonomi/page/2/
http://devieafriani.blogspot.com/2010/03/tugas-bab-4-fungsi-produksi.html
http://wiswi.wordpress.com/2011/03/05/ekonomi-mikro/
http://en.wikipedia.org/wiki/Isoquant
http://en.wikipedia.org/wiki/Isocost
http://en.wikipedia.org/wiki/Economies_of_scale
http://en.wikipedia.org/wiki/Returns_to_scale

Teori Produksi ( 6 )

Teori Produksi (6)





Inilah masalah dari return to scale yang memiliki tiga kemungkinankeadaan.

Pertama, jika proporsi kenaikan semua input sama dengan proporsi
kenaikan input, maka returns to scale adalah konstan. Misalnya, jika semua input didua kalilipatkan dan menyebabkan output menjadi dua kali lipat juga, maka returns to scale adalah konstan
Kedua, jika proporsi kenaikan output lebih besar dari proporsi kenaikan input,maka dinamakan increasing returns to scale.
Ketiga, jika proporsi kenaikan output lebih kecil dari proporsi kenaikan input, maka dinamakan decreasing returns to scale.

Produksi Optimal
Biaya (Cost) secara umum biaya dikelompokkan menjadi dua bagian:
1) Biaya implisit:biaya yang diakui tanpa mengeluarkan uang kas secara nyata,contohnya penyusutan dan opportunity cost.
2) Biaya eksplisit: biaya yang dengan jelas mengeluarkan uang kas, dalam jangka pendek terdiri dari:
•       Biaya tetap (fixed cost) dan biaya variabel (variable cost)
•      Biaya total (total cost) terdiri dari total biaya tetap (total fixed cost) dan total biaya variabel (total variable cost)


•      Biaya rata-rata (average cost) terdiri dari biaya tetap rata-rata (average fixed cost) dan biaya variabel rata-rata (average variable cost)


•      Biaya marginal, biaya tambahan dari satu unit output yang dihasilkan yang direpresentasikan dari turunan pertama biaya total




  Kurva Biaya

Penggunaan Faktor Produksi
Untuk memproduksi suatu barang (q) dapat diformulasikan q = f(K,L) yang menunjukkan jumlah maksimum barang yang dapat diproduksi dengan menggunakan berbagai alternatif kombinasi input modal (K) dan tenaga kerja (L).


Kombinasi dua jenis faktor produksi yang memberikan tingkat hasil yang sama ditunjukkan dalam kurva isoquant seperti gambar diatas.Sumbu vertikal adalah modal yang direpresentasikan dengan mesin (per jam) dengan sumbu horizontal tenaga kerja (per jam).Pada gambar 2 semakin jauh isoquant dari titik origin semakin besar jumlah output yang dihasilkan dan semakin banyak jumlah input yang digunakan.

Dalam produksi jangka panjang seluruh faktor produksi seluruhnya bersifat variabel atau dengan kata lain tidak terdapat lagi biaya tetap seperti halnya produksi dalam jangka pendek. Perusahaan dapat memilih kombinasi penggunaan input sesuai dengan skala produksi yang diharapkannya.Dalam hal penambahan faktor input produksi maka implikasi dari hal tersebut adalah perubahan dari output produksi sebagai variable dependen produksi.Ada tiga fenomena yang biasanya muncul akibat penambahan factor produksi yang berkaitan dengan ouput produksi, yaitu:

1)      Skala hasil yang tetap (constant return to scale): kenaikan output memiliki proporsi yang sama dengan penambahan input.
2)      Skala hasil yang meningkat (increasing return to scale): kenaikan output memiliki proporsi yang lebih besar dibandingkan dengan penambahan input.
3)      Skala hasil yang menurun (decreasing return to scale): kenaikan output memiliki proporsi yang lebih kecil dibandingkan dengan penambahan input.

Penambahan Faktor Produksi dan Implikasi Terhadap Output Produksi


Pendapatan salah satu parameter keberhasilan dalam berproduksi adalah jumlah pendapatan (revenue) yang didapatkan dari kegiatan produksi. Pendapatan (revenue) dapat dinotasikan dengan:


Dalam kaitannya dengan penghitungan keuntungan maka diperlukan nilai marginal (tambahan satu unit) dari pendapatan yaitu marginal revenue (MR):


Berdasarkan asumsi pasar dalam keadaan sempurna maka kurva umum dari MR adalah garis horizontal yang nilainya sama dengan permintaan (D),pendapatan rata-rata (AR) dan harga (P).Dalam konvensional berdasarkan asumsi maksimalisasi keuntungan yang hendak dicapai mendorong produsen melimpahkan sebagian biaya yang menjadi tanggung jawabnya kepada pihak lain yang disebut biaya eksternal.Contoh dari biaya eksternal adalah biaya penyaringan limbah atau daur ulang buangan pabrik yang mengakibatkan biaya kesehatan tambahan bagi masyarakat sekitar atau biayahilangnya lingkungan yang bersih yang menjadi hak masyarakat.

Sumber :
http://dhani2009.wordpress.com/2011/04/14/produsen-dan-fungsi-produksi/
http://rinton.blogdetik.com/kurva-kemungkinan-produksi/
http://behindus.wordpress.com/category/ekonomi/page/2/
http://devieafriani.blogspot.com/2010/03/tugas-bab-4-fungsi-produksi.html
http://wiswi.wordpress.com/2011/03/05/ekonomi-mikro/
http://en.wikipedia.org/wiki/Isoquant
http://en.wikipedia.org/wiki/Isocost
http://en.wikipedia.org/wiki/Economies_of_scale
http://en.wikipedia.org/wiki/Returns_to_scale