!-- DahsyAd - ad code starts -->

Jumat, 25 November 2011

Teori Produksi ( 2 )

Teori Produksi (2)


Faktor-Faktor Produksi
Faktor-faktor produksi adalah sesuatu (dapat berupa barang, alat-alat, atau manusia) yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa atau menambah nilai guna suatu barang dan jasa (kegiatan produksi). Faktorfaktor produksi dibedakan menjadi empat macam yaitu faktor produksi alam, tenaga kerja, modal, dan kewirausahaan.

a. Faktor Produksi Alam
Faktor produksi alam adalah semua yang tersedia di alam dan dapat dipakai dalam proses produksi. Faktor produksi alam antara lain: tanah, air, udara, sinar matahari, flora dan fauna, serta
barang-barang tambang. Unsur-unsur alam tersebut dapat digunakan dalam proses produksi, misalnya tanah dapat dijadikan gudang atau tempat perkantoran, atau digunakan untuk membuat gerabah dan lahan pertanian. Sementara, air dapat digunakan minum, udara atau angin dapat dijadikan sebagai tenaga penggerak kincir angin, sinar matahari dapat dijadikan sumber energi, flora dan fauna dapat dijadikan sebagai sumber makanan, dan lain-lain.

b. Faktor Produksi Tenaga Kerja
Sumber-sumber alam tersebut dapat digunakan untuk proses produksi jika ada yang mengolahnya. Jadi, dibutuhkan tenaga kerja dalam kegiatan produksi. Tenaga kerja dibedakan menjadi tenaga kerja terdidik, terampil, dan kasar.

1) Tenaga kerja terdidik adalah tenaga kerja yang membutuhkan pendidikan formal. Contoh: dokter, arsitek, guru, teknisi komputer, dan lain-lain.
2) Tenaga kerja terampil adalah tenaga kerja yang mempunyai pengalaman dan keahlian tertentu. Contoh: sopir, penjahit, montir, dan lain-lain.
3) Tenaga kerja kasar adalah tenaga kerja yang tidak memerlukan pendidikan atau pengalaman (pelatihan) secara khusus. Contoh: tukang kebun, tukang becak, tukang cuci, dan lain-lain.

c. Faktor Produksi Modal
Sumber-sumber alam tidak cukup hanya diolah dengan tenaga kerja saja, tetapi juga membutuhkan modal untuk mendukung kelancaran dalam proses produksi. Contohnya, perusahaan air mineral membutuhkan modal dalam bentuk uang dan peralatan untuk mengambil air dari pegunungan dan mengolahnya menjadi air minum kemasan.

d. Faktor Produksi Kewirausahaan
Sumber daya kewirausahaan dibutuhkan
untuk mengorganisir pelbagai sumber daya yang ada agar efektif dan efisien, sehingga proses
produksi dapat berjalan dengan lancar dalam upaya menyediakan barang dan jasa untuk masyarakat.
Pembuatan gerabah dapat memanfaatkan faktor produksi alam berupa tanah. Air merupakan faktor produksi alam, untuk mengolahnya menjadi air kemasan dibutuhkan faktor produksi kewirausahaan.

BENTUK ORGANISASI PERUSAHAAN

•    Perusahaan Perseorangan
-    Modal, hasil produksi dan penjualannya tidak terlalu besar
-    Milik Pribadi

•    Firma
-    Dimiliki beberapa orang
-    Modal cukup besar
-    Tanggung Jawab bersama  dalam menjalankan perusahaan

•    Perseroan Terbatas
-    Modal besar
-    Pemegang saham merupakan pemilik perusahaan

•    Perusahaan Negara
-    Pada umumnya berbentuk PT
-    Pemilik saham : Pemerintah
-    Pengurus perusahaan diangkat dan diberhentikan oleh Pemerintah

•    Koperasi
-    Didirikan bukan untuk mencari keuntungan tapi untuk kesejahteraan anggota
-    Terdiri dari: koperasi konsumsi, koperasi produksi dan koperasi kredit

Tujuan Perusahaan adalah  memaksimumkan laba/keuntungan
Cara memaksimumkan keuntungan:
-    hasil total penjualan lebih banyak dari pada total ongkos produksi.
-    Hasil penjualan marginal = biaya marginal

Perilaku Produsen
Sebuah usaha produksi baru bisa bekerja dengan baik bila dijalankan oleh produsen atau yang sering kita sebut pengusaha. Pengusaha adalah orang yang mencari peluang yang menguntungkan dan mengambil risiko seperlunya untuk merencanakan dan mengelola suatu bisnis.
Pengusaha berbeda dengan pemilik bisnis kecil ataupun manajer. Bila hanya memiliki sebuah usaha dan hanya berusaha mencari keuntungan, maka orang itu barulah sebatas pemilik bisnis. Bila orang itu hanya mengatur karyawan dan menggunakan sumber daya perusahaan untuk usaha, maka orang itu disebut sebagai manajer. Pengusaha lebih dari keduanya. Pengusaha berusaha mendirikan perusahaan yang menguntungkan, mencari dan mengelola sumber daya untuk memulai suatu bisnis.

Agar berhasil seorang pengusaha harus mampu melakukan 4 hal sebagai berikut :
  • Perencanaan. Perencanaan antara lain terkait dengan penyusunan strategi, rencana bisnis, serta visi perusahaan. Ia harus tau apa yang ingin ia capai dan bagaimana cara mencapai tujuan tersebut.
  • Pengorganisasian. Semua sumber daya yang ada harus bisa ia kelola untuk mencapai tujuan perusahaannya, baik sumber daya, modal, maupun manusia.
  • Pengarahan. Agar rencana bisa terwujud, pengusaha wajib mengarahkan dan membimbing anak buahnya.
·         Pengendalian. Kemampuan ini ada hubungannya dengan bagaimana hasil pelaksanaan kerja tersebut. Apakah sesuai dengan rencana atau justru sebaliknya.

Fungsi produksi
Terdapat 2 macam fungsi produksi:
1.   Fungsi produksi jangka pendek apabila ada 2 macam input yang dipakai yaitu input tetap & input variabel
Fungsi Produksi Jangka Pendek
a. - Produksi Rata-rata (average product)
Produksi yg secara rata-rata dihasilkan oleh setiap pekerja AP= TP/L
b. - Produksi marginal (marginal product)
Tambahan produksi yang diakibatkan oleh pertambahan satu tenaga kerja yang digunakan MP = ∆TP / ∆L

2.   Fungsi produksi jangka panjang apabila semua input adalah variabel.

Hubungan teknik antara faktor produksi (input) dengan hasil produksi (output) disebut fungsi produksi. Faktor produksi merupakan hal yang mutlak dalam proses produksi karena tanpa faktor produksi, kegiatan produksi tidak dapat berjalan. Fungsi produksi menggambarkan teknologi yang dipakai oleh suatu perusahaan, industri, atau suatu perekonomian secara keseluruhan.

Fungsi produksi adalah suatu skedul (tabel atau persamaan matematis) yang menggambarkan jumlah output maksimum yang dapat dihasilkan dari satu set faktor produksi tertentu dan pada tingkat teknologi tertentu pula. Singkatnya, fungsi produksi adalah katalog dari kemungkinan hasil produksi.

Bila digambarkan dalam bentuk skema, terlihat seperti berikut ini.


Secara umum, fungsi produksi menunjukkan bahwa jumlah barang produksi tergantung pada jumlah faktor produksi yang digunakan. Jadi, faktor produksi merupakan variabel tidak bebas, sedangkan hasil produksi merupakan variabel bebas. Fungsi produksi dapat ditulis secara matematis berikut ini.

Q = f (R, L, C, T)
Dimana: q = quantity (jumlah barang yang dihasilkan)
f= function (simbol persamaan)
L= labour (tenaga kerja)
R= resources (kekayaan alam)
C= capital (modal)
T= technology (teknologi)

Dari persamaan fungsi produksi secara matematis, pada digunakan.dasarnya besar kecilnya tingkat produksi suatu barang tergantung pada jumlah modal, tenaga kerja, kekayaan alam, dan tingkat teknologi yang digunakan. Jumlah produksi yang berbeda-beda tentunya memerlukan faktor produksi yang berbeda-beda pula, tetapi ada juga jumlah produksi yang tidak sama dihasilkan oleh faktor produksi yang dianggap tetap. Faktor produksi tersebut adalah modal, mesin, peralatan, serta bangunan perusahaan. Sedangkan faktor produksi yang mengalami perubahan adalah tenaga kerja. Dengan membandingkan berbagai gabungan faktor-faktor produksi untuk menghasilkan sejumlah barang tertentu dapatlah ditentukan gabungan faktor produksi yang paling ekonomis untuk memproduksi sejumlah barang tersebut.

Sumber :
http://dhani2009.wordpress.com/2011/04/14/produsen-dan-fungsi-produksi/
http://rinton.blogdetik.com/kurva-kemungkinan-produksi/
http://behindus.wordpress.com/category/ekonomi/page/2/
http://devieafriani.blogspot.com/2010/03/tugas-bab-4-fungsi-produksi.html
http://wiswi.wordpress.com/2011/03/05/ekonomi-mikro/
http://en.wikipedia.org/wiki/Isoquant
http://en.wikipedia.org/wiki/Isocost
http://en.wikipedia.org/wiki/Economies_of_scale
http://en.wikipedia.org/wiki/Returns_to_scale

Teori Produksi ( 1 )

Teori Produksi (1)


Produksi adalah usaha menciptakan dan meningkatkan kegunaan atau nilai guna ( utility ) suatu barang untuk memenuhi kebutuhan pada konsumen. Dan orang yang menghasilkan barang atau jasa untuk dijual dan dipasarkan disebut produsen. Untuk dapat melakukan kegiatan produksi, seorang produsen membutuhkan  faktor – faktor produksi.

 Nilai Barang

Produksi adalah usaha menciptakan dan meningkatkan kegunaan atau nilai guna ( utility ), nilai atau manfaat barang dibedakan menjadi dua, yaitu nilai pakai dan nilai tukar.

1. Nilai Pakai
Nilai pakai adalah nilai kegunaan barang untuk dipakai memenuhi kebutuhan hidup. Nilai
pakai ini dibedakan menjadi dua yaitu nilai pakai subjektif dan nilai pakai objektif.

a. Nilai Pakai Subjektif
Nilai pakai subjektif adalah kemampuan barang untuk dipakai memenuhi kebutuhan hidup
bagi setiap individu secara pribadi (untuk diri sendiri). Contohnya, sebuah alat pertukangan
seperti palu bagi seorang tukang kayu adalah barang yang sangat berguna dan mempunyai nilai
pakai yang tinggi bagi pekerjaannya.Lain halnya bila digunakan seorang bapak untuk memaku
jendela kamar yang rusak, disini palu mempunyai nilai pakai hanya pada saat tertentu saja.

b. Nilai Pakai Objektif
Nilai pakai objektif adalah kemampuan barang secara umum untuk dipakai memenuhi kebutuhan hidup. Contohnya, baju akan mempunyai nilai pakai yang sama bagi semua orang yaitu dipakai untuk melindungi tubuh.

Nilai barang atau jasa adalah kegunaan barang atau jasa dalam memuaskan kebutuhan konsumen.
Tinggi rendahnya nilai suatu barang dan jasa berpengaruh pada tingkat harga.

2. Nilai Tukar
Nilai tukar adalah kemampuan barang untuk ditukar dengan barang lain, baik ditukar dengan uang atau barang lain. Nilai tukar ini dibedakan menjadi dua macam yaitu nilai tukar subjektif dan nilai tukar objektif.

a. Nilai Tukar Subjektif
Kemampuan barang untuk ditukar dengan barang lain dan bersifat individualis, artinya bahwa antara orang yang satu dengan yang lain berbeda, tergantung sudut pandang dan kondisi orang yang memiliki barang tersebut (pemiliknya).

b. Nilai Tukar Objektif
Kemampuan suatu barang untuk ditukar dengan barang lain yang berlaku secara umum. Secara skematis, nilai barang dapat digambarkan
sebagai berikut:


Skema Pembagian Nilai Barang


Teori Nilai Tukar Objektif
Nilai tukar objektif menurut beberapa pandangan teori nilai dinyatakan sebagai berikut.
a.  Teori Nilai Biaya (Adam Smith)
Teori ini menekankan besarnya nilai suatu benda ditentukan oleh jumlah seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi barang/jasa tersebut.
b.  Teori Nilai Biaya Produksi Tenaga Kerja (David Ricardo)
Teori ini lebih menekankan bahwa besarnya nilai suatu barang sangat ditentukan oleh besarnya upah tenaga kerja untuk memproduksi barang tersebut.
c.   Teori Nilai Tenaga Kerja Masyarakat (Karl Marx)
Menurut teori ini nilai suatu barang ditentukan oleh besarnya biaya rata-rata upah tenaga kerja masyarakat.
d.  Teori Nilai Biaya Reproduksi (Carey)
Menurut teori ini nilai suatu barang berdasarkan biaya yang dikeluarkan bila barang tersebut diproduksi kembali.
e.  Teori Nilai Pasar (Humme dan Lock)
Berdasarkan teori ini besar kecilnya nilai suatu barang sangat dipengaruhi oleh terbentuknya harga pasar.




Teori Nilai Guna (Utility)
Menurut teori nilai guna, setiap barang mempunyai nilai guna atau memberikan kepuasan kepada konsumen yang menggunakan barang. Jadi, jika seorang konsumen meminta sesuatu jenis barang, pada dasarnya yang diminta adalah nilai guna (utilitas) barang tersebut.
Nilai guna (utilitas) adalah kepuasan dan kenikmatan yang diperoleh seseorang dalam mengonsumsi barang dan jasa. Kepuasan yang semakin tinggi akan menambah tinggi pula nilai guna atau utility dari barang tersebut. Dengan demikian produsen untuk kepuasan konsumen, produsen  memproduksi nilai guna atau menambah, mengubah, menciptakan nilai guna benda. Teori nilai guna dapat digolongkan manjadi dua macam, yaitu nilai guna total (total
utility) dan nilai guna marjinal (marginal utility).

Guna dan Nilai Barang/Jasa
Kegunaan memiliki beberapa macam kegunaan yang meliputi:
a.     Kegunaan unsur ( element utility), artinya suatu benda memiliki kegunaan dilihat dari unsur benda tersebut. Contoh: terigu yang dipergunakan untuk membuat kue.
b.     Kegunaan tempat ( place utility), artinya benda itu memiliki kegunaan setelah dipindahkan tempatnya. Contoh: Pasir yang dipindahkan dari sungai ke toko bangunan.
c.      Kegunaan waktu ( time utility), artinya benda itu memiliki kegunaan apabila dipakai sesuai waktunya. Contoh: Payung digunakan pada saat hujan.
d.     Kegunaan bentuk ( form utility), artinya benda itu memiliki kegunaan setelah dirubah bentuknya. Contoh: Kayu gelondongan dirubah menjadi meja.
e.     Kegunaan kepemilikan ( ownership utility), artinya benda itu berguna jika telah dimiliki. Contoh: Mesin jahit yang dibeli dari toko mesin jahit.
f.      Kegunaan pelayanan ( service utility), artinya pelayanan atau service itu berguna jika diberikan.Contoh: Dokter mengobati pasiennya.


Teori Produksi
Pengertian Produksi
Pengertian produksi dapat diartikan sebagai usaha untuk menciptakan atau menambah fedah ekonomi suatu benda dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Sedangkan orang, badan usaha, atau organisasi yang menghasilkan barang dan jasa disebut produsen.

Produksi mencakup setiap usaha manusia dalam menghasilkan barang dan jasa baik secara langsung atau tidak langsung berguna untuk memenuhi suatu kebutuhan.
Produksi adalah segala kegiatan untuk menciptakan atau menambah guna suatu benda untuk memenuhi kebutuhan. Contohnya, kayu. Kayu akan lebih terasa manfaatnya atau nilai gunanya akan bertambah apabila sudah menjadi kursi, meja, almari, dan sebagainya. Untuk mengubah kayu menjadi sebuah kursi, meja, atau almari diperlukan faktor-faktor produksi.

Tujuan dari Produksi
Tujuan dari produksi adalah untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam usaha mencapai kemakmuran. Kemakmuran akan tercapai bila konsumen memiliki daya beli yang cukup tinggi dan barang/jasa yang diperlukan tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan.

Faktor Produksi
Terdapat dua macam faktor produksi yaitu faktor produksi asli dan faktor produksi turunan.

1. Faktor Produksi Asli
Yang termasuk faktor produksi asli antara lain sebagai berikut :
·         Alam. Contohnya : tanah, air, udara, sinar matahari, tumbuh – tumbuhan, hewan, barang tambang.
·         Tenaga kerja. Tanpa adanya tenaga kerja, sumber daya alam yang tersedia tidak akan dapat dirubah atau diolah menjadi barang hasil produksi.

2. Faktor produksi turunan
Yang termasuk faktor produksi turunan adalah modal dan keahlian, keahlian bisa juga diartikan sebagai skill, entreuprener, kewirausahaan atau enterprise.


Sumber :
http://dhani2009.wordpress.com/2011/04/14/produsen-dan-fungsi-produksi/
http://rinton.blogdetik.com/kurva-kemungkinan-produksi/
http://behindus.wordpress.com/category/ekonomi/page/2/
http://devieafriani.blogspot.com/2010/03/tugas-bab-4-fungsi-produksi.html
http://wiswi.wordpress.com/2011/03/05/ekonomi-mikro/
http://en.wikipedia.org/wiki/Isoquant
http://en.wikipedia.org/wiki/Isocost
http://en.wikipedia.org/wiki/Economies_of_scale
http://en.wikipedia.org/wiki/Returns_to_scale

Apakah laba mengukur kinerja perusahaan ?

Apakah Laba Mengukur Kinerja Perusahaan ?

1. Laba Mengukur Kinerja Perusahaan Perusahaan yang Go publik.
Perusahaan yang go publik, adalah perusahaan yang sudah diaudit oleh akuntan publik dan dinyatakan sebagai perusahaan yang sehat. Kinerja perusahaan berjalan dengan baik, yang berdampak baik pada masa depan perusahaan, dalam hal ini keberlangsung perusahaan dan perolehan laba. Laba merupakan akibat dari kinerja yang baik. Keberlangsungan atau prospek perusahaan dan laba akan mempengaruhi harga dari perusahaan tersebut pasar saham, sehingga terjadi efisinsi. Prospek perusahaan bagus dan dan perolehan laba perusahaan yang cenderung meningkat akan meningkatkan harga saham, maka dalam hal ini laba dapat dikatakan sebagai salah satu alat pengukur kinerja perusahaan.

2. Laba Mengukur Kinerja Perusahaan  Pada Perusahaan Dengan Struktur Pasar Oligipoli.


Oligopoli tanpa kesepakatan

Laba pada oligopoly tanpa kesepakatan
  

Persaingan pada pasar oligopoli sangat ketat, hal ini terutama dikarenakan sudah terjadi persaingan harga, selain sudah barang tentu persaingan dalam kualitas barang promosi barang dan lain sebagainya. Persaingan harga barang diantara pesaing didalam pasar oligopoly sangat berat, hal ini yang menyebabkan terjadinya efesinsi penggunaan sumberdaya dan kinerja perusahaan dengan tujuan menyingkirkan pesaing dan pada akhirnya memaksimalkan laba. Dalam hai ini  dapat diambil suatu kesimpulan bahwa laba merupakan alat ukur kinerja perusahaan.

3. Laba Tidak Mengukur Kinerja Perusahaan  Pada Perusahaan Dengan Struktur monopoli, pasar persaingan sempurna,oligopoly dengan kesepakatan ( kartel)
3.1 Monopoli.

Laba pada monopoli
  
Perusahaan pada pasar monopoli merupakan price maker sedangkan pembeli merupakan price taker, hal ini terjadi karena perusahaan tidak mempunyai saingan sehingga dapat menetapkan harga semau perusahaan. Disisi lain pembeli dipaksa untuk membeli produk dengan harga yang sudah ditetapkan produsen hal ini dapat terjadi karena tidak ada alternatif pilihan produk. Kondisi seperti ini menyebabkan perusahaan tidak efisien, sebab tidak efisienpun produk dari peruahaan sudah pasti dibeli kosumen dan sudah barang tentu perusahaan akan selalu mendapatkan laba. Dalam hai ini dapatlah diambil suatu kesimpulan bahwa laba tidak dapat mengukur kinerja perusahaan.

3.2 Pasar Persaingan Sempurna

Laba pada persaingan sempurna


Pada pasar persaingan sempurna, produk yang ditawarkan pada konsumen sifatnya homogen. Pengetahuan produsen atas barang dan pasar sama baiknya dengan pengetahuan konsumen atas barang dan pasar. Semua perusahaan merupakan price taker, semua pembeli juga price taker. Harga ditentukan oleh agregat permintaan dan agregat penawaran. Dengan demikian harga barang akan cenderung sama bagi semua produsen. Bagi konsumen, konsumen tidak dapat membedakan satu produk buatan produsen “ini” dan produk buatan produsen “itu”, karena produk homogen tidak lagi dapat dibedakan oleh merk, corak, tipe atau semacamnya. Hal ini disebabkan juga karena pengetahuan konsumen atas barang sama baiknya dengan pengetahuan produsen. Dalam hai ini dapat lah dikatakan bahwa laba tidak lagi menjadi alat ukur kinerja perusahaan.

3.3 Oligopoly Dengan Kesepakatan (Kartel ).

Oligipoli dengan kesepakatan ( Kartel )


Laba oligopoly – kartel sama dengan monopoli
  

Oligopoli bisa juga disebut dengan competition among the few, dimana  perusahaan yang ada pada struktur pasar ini sedikit, tetapi merupakan perusahaan besar-besar, hal ini karena untuk masuk  keindustri dalam pasar oligopoli dan bertahan bertahan didalam industry tersebut perusahaan mengalami hambatan yang besar. Jika perusahaan – perusahaan yang ada didalam pasar membentuk kesepakatan berdasarkan kuota dan bersama – sama membetuk suatu kartel, maka kartel ini menjelma menjadi monolpoli. Ketika pasar sudah menjelma menjadi  pasar monopoli maka perusahaan tidak akan efisien, karena perusahaan selalu akan mendapatkan untung, dengan demikian laba tidak lagi merupakan alat ukur kinerja perusahaan.

Bagaimana pendapat anda ?

Selasa, 08 November 2011

Ilmu Ekonomi



Ilmu Ekonomi


Pengertian Ilmu Ekonomi

Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan tersebut kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan (Ingg: scarcity).

Kata "ekonomi" sendiri berasal dari kata Yunani οἶκος (oikos) yang berarti "keluarga, rumah tangga" dan νόμος (nomos), atau "peraturan, aturan, hukum," dan secara garis besar diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga." Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja.

Secara umum, subyek dalam ekonomi dapat dibagi dengan beberapa cara, yang paling terkenal adalah mikroekonomi vs makroekonomi. Selain itu, subyek ekonomi juga bisa dibagi menjadi positif (deskriptif) vs normatif, mainstream vs heterodox, dan lainnya. Ekonomi juga difungsikan sebagai ilmu terapan dalam manajemen keluarga, bisnis, dan pemerintah. Teori ekonomi juga dapat digunakan dalam bidang-bidang selain bidang moneter, seperti misalnya penelitian perilaku kriminal, penelitian ilmiah, kematian, politik, kesehatan,pendidikan, keluarga dan lainnya. Hal ini dimungkinkan karena pada dasarnya ekonomi — seperti yang telah disebutkan di atas — adalah ilmu yang mempelajari pilihan manusia. Banyak teori yang dipelajari dalam ilmu ekonomi diantaranya adalah teori pasar bebas, teori lingkaran ekonomi,invisble hand, informatic economy, daya tahan ekonomi, merkantilisme, briton woods, dan sebagainya.

Ada sebuah peningkatan trend untuk mengaplikasikan ide dan metode ekonomi dalam konteks yang lebih luas. Fokus analisa ekonomi adalah "pembuatan keputusan" dalam berbagai bidang dimana orang dihadapi pada pilihan-pilihan.Misalnya bidang pendidikan, pernikahan, kesehatan,hukum, kriminal, peran, dan agama. Gary Becker dari University of Chicago adalah seorang perintis trend ini. Dalam artikel-artikelnya ia menerangkan bahwa ekonomi seharusnya tidak ditegaskan melalui pokok persoalannya, tetapi sebaiknya ditegaskan sebagai pendekatan untuk menerangkan perilaku manusia. Pendapatnya ini kadang-kadang digambarkan sebagai ekonomi imperialis oleh beberapa kritikus.

Banyak ahli ekonomi mainstream merasa bahwa kombinasi antara teori dengan data yang ada sudah cukup untuk membuat kita mengerti fenomena yang ada di dunia. Ilmu ekonomi akan mengalami perubahan besar dalam ide, konsep, dan metodenya; walaupun menurut pendapat kritikus, kadang-kadang perubahan tersebut malah merusak konsep yang benar sehingga tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Hal ini menimbulkan pertanyaan "apa seharusnya dilakukan para ahli ekonomi?" The traditional Chicago School, with its emphasis on economics being an empirical science aimed at explaining real-world phenomena, has insisted on the powerfulness of price theory as the tool of analysis. On the other hand, some economic theorists have formed the view that a consistent economic theory may be useful even if at present no real world economy bears out its prediction.


Ilmu ekonomi merupakan cabang ilmu sosial yang mempelajari berbagai perilaku pelaku ekonomi terhadap keputusan-keputusan ekonomi yang dibuat. Ilmu ini diperlukan sebagai kerangka berpikir untuk dapat melakukan pilihan terhadap berbagai sumber daya yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas.


Lingkup Ilmu Ekonomi

a. Microeconomics adalah bagian dari ilmu ekonomi yang membahas perilaku individu dalam membuat keputusan penggunaan berbagai unit ekonomi. Di sini ada perusahaan dan rumah tangga.

b. Macroeconomics adalah bagian dari ilmu ekonomi yang menjelaskan perilaku ekonomi secara keseluruhan (economic aggregates)— akan terkait dengan income, output, employment, dan lain-lain—dalam kerangka atau skala nasional.



Pembagian Ilmu Ekonomi
1. Descriptive Economics (ilmu ekonomi deskriptif).Di sini dikumpulkan semua kenyataan yang penting tentang pokok pembicaraan (topik) yang tertentu, artinya mendiskripsikan data-data yang menjelaskan berbagai fenomena dan kenyataan yang terjadi. misalnya: sistem pertanian di Bali, atau industri katun di India.

2. Economic Theory (ilmu ekonomi teori atau teori ekonomi atau analisis ekonomi).
Di sini kita memberikan penjelasan yang disederhanakan tentang caranya suatu sistem ekonomi bekerja dan ciri-ciri yang penting dari sistem seperti itu. Teori ekonomi dibangun dengan landasan pengamatan sebab akibat berdasarkan aksi dan reaksi yang terjadi dalam kehidupan ekonomi masyarakat.


3. Applied Economics (ilmu ekonomi terapan).
Di sini kita mencoba mempergunakan rangka dasar umum dan analisis yang diberikan
oleh ekonomi teori untuk menerangkan sebab-sebab dan arti pentingnya kejadian-kejadian yang dilaporkan oleh para ahli ekonomi deskriptif.



Metode Ekonomi
a. Positive economics
Ekonomi positif adalah pendekatan ekonomi yang mempelajari berbagai pelaku dan proses bekerjanya aktivitas ekonomi, tanpa menggunakan suatu pandangan subjektif untuk menyatakan bahwa sesuatu itu baik atau jelek dari sudut pandang ekonomi.
Ekonomi positif di bagi menjadi dua, yaitu ekonomi deskriptif dan ekonomi teori.

b. Normative economics
Oleh beberapa ahli dari hal ini membangun yang disebut dengan politik ekonomi (political economics), salah satu cabangnya ekonomi kelembagaan. Ekonomi normatif adalah pendekatan ekonomi dalam mempelajari perilaku ekonomi yang terjadi, dengan mencoba memberikan penilaian baik atau buruk berdasarkan pertimbangan subjektif.

Adapun tiga masalah pokok dalam perekonomian, yaitu :
1. Jenis barang dan jasa apa yang akan diproduksi?
2. Bagaimana menghasilkan barang dan jasa tersebut?
3. Untuk siapa barang dan jasa tersebut dihasilkan?

Memecahkan Masalah Ekonomi :
1. Barang apa yang akan diproduksi (What): Ditentukan oleh hak memilih dalam nilai Rupiah yang dimiliki konsumen.
2. Bagaimana barang diproduksi (How): Ditentukan oleh persaingan diantara produsen.
3. Bagi siapa barang dibuat (For Whom): Ditentukan oleh pola permintaan dan penawaran di pasar atas faktor produksi.

Sejarah perkembangan ilmu ekonomi
Adam Smith sering disebut sebagai yang pertama mengembangkan ilmu ekonomi pada abad 18 sebagai satu cabang tersendiri dalam ilmu pengetahuan. Melalui karya besarnya Wealth of Nations, Smith mencoba mencari tahu sejarah perkembangan negara-negara di Eropa. Sebagai seorang ekonom, Smith tidak melupakan akar moralitasnya terutama yang tertuang dalam The Theory of Moral Sentiments. Perkembangan sejarah pemikiran ekonomi kemudian berlanjut dengan menghasilkan tokoh-tokoh seperti Alfred Marshall, J.M. Keynes, Karl Marx, hingga peraih hadiah Nobel bidang Ekonomi tahun 2006, Edmund Phelps.

Secara garis besar, perkembangan aliran pemikiran dalam ilmu ekonomi diawali oleh apa yang disebut sebagai aliran klasik. Aliran yang terutama dipelopori oleh Adam Smith ini menekankan adanya invisible hand dalam mengatur pembagian sumber daya, dan oleh karenanya peran pemerintah menjadi sangat dibatasi karena akan mengganggu proses ini. Konsep invisble hand ini kemudian direpresentasikan sebagai mekanisme pasar melalui harga sebagai instrumen utamanya.

Aliran klasik mengalami kegagalannya setelah terjadi Depresi Besar tahun 1930-an yang menunjukkan bahwa pasar tidak mampu bereaksi terhadap gejolak di pasar saham. Sebagai penanding aliran klasik, Keynes mengajukan teori dalam bukunya General Theory of Employment, Interest, and Money yang menyatakan bahwa pasar tidak selalu mampu menciptakan keseimbangan, dan karena itu intervensi pemerintah harus dilakukan agar distribusi sumber daya mencapai sasarannya. Dua aliran ini kemudian saling "bertarung" dalam dunia ilmu ekonomi dan menghasilkan banyak varian dari keduanya seperti: new classical, neo klasik, new keynesian, monetarist, dan lain sebagainya.

Namun perkembangan dalam pemikiran ini juga berkembang ke arah lain, seperti teori pertentangan kelas dari Karl Marx dan Friedrich Engels, serta aliran institusional yang pertama dikembangkan oleh Thorstein Veblen dkk dan kemudian oleh peraih nobel Douglass C. North.

Metodologi
Sering disebut sebagai The queen of social sciences, ilmu ekonomi telah mengembangkan serangkaian metode kuantitatif untuk menganalisis fenomena ekonomi. Jan Tinbergen pada masa setelah Perang Dunia II merupakan salah satu pelopor utama ilmu ekonometri, yang mengkombinasikan matematika, statistik, dan teori ekonomi. Kubu lain dari metode kuantitatif dalam ilmu ekonomi adalah modelGeneral equilibrium (keseimbangan umum), yang menggunakan konsep aliran uang dalam masyarakat, dari satu agen ekonomi ke agen yang lain. Dua metode kuantitatif ini kemudian berkembang pesat hingga hampir semua makalah ekonomi sekarang menggunakan salah satu dari keduanya dalam analisisnya. Di lain pihak, metode kualitatif juga sama berkembangnya terutama didorong oleh keterbatasan metode kuantitatif dalam menjelaskan perilaku agen yang berubah-ubah.


Sumber :
http://gammaz77.blogspot.com/
http://id.wikipedia.org/